Mahasiswa Unair Ciptakan Masker Flu Dan Batuk Barbahan Herbal

Surabaya – Lima mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) melakukan inovasi produk. Mereka membuat masker terapi yang mengandung aroma ekstrak herbal yang bisa membantu mengatasi flu dan batuk. Masker yang dinamai COCO-MASK (Common Cold Mask) ini merupakan masker yang memang diproduksi sebagai terapi mengatasi flu dan batuk. Masker ini mempunyai keunggulan dibandingkan masker biasa di pasaran karena kandungannya. COCO MASK mengandung the best FST (Flexible design, Sambiloto herbal extract, dan Top Grade) Masks. Sambiloto memiliki kandungan Andrographolide yang bisa meningkatkan imunitas (kekebalan) pada saluran pernafasan hidung sehingga efektif untuk mengatasi common cold (flu dan batuk). Inovasi tersebut dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) berjudul “COCO-MASK (Common Cold Mask) Terapi Herbal Ekstrak Daun Andrographis paniculata sebagai Upaya Mengatasi Flu dan Batuk”. Misalnya obat analgesik (anti nyeri), antipiretik (penurun panas), dan antibiotik sederhana. Padahal dari beberapa jurnal internasional menyebutkan bahwa pengobatan penyakit ini dengan menggunakan obat tersebut memberikan efek samping pada saluran cerna dan resistensi patogen.

Penderita flu batuk akibat Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) non-spesifik merupakan infeksi yang disebabkan virus kategori air borne disease. Infeksi menular ketika tetesan patogen terkontaminasi dengan udara sehingga terhirup oleh manusia. Selain itu didukung pula suhu lingkungan yang cenderung berubah karena Indonesia yang memiiki iklim tropis dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Gejala umumnya terlihat sekitar 1-3 hari setelah penularan dari batuk yang mengandung virus. Tanda dan gejala meliputi hidung berair dan tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala ringan, dan mata berair. Dalam meminimalisir penularan efek tersebut, masyarakat umum cenderung menggunakan masker hidung. Produk COCO-MASK ini dijual secara eceran dan dikemas dalam kardus. Satu kardus berisi 6 masker herbal, sedang per lembar masker dijual Rp 5.000. Dengan tampilan produk masker yang berwarna-warni, sehingga menarik minat calon pembeli dari kalangan mahasiswa sampai masyarakat umum. Ditambahkan oleh Ayu, selama tiga bulan produk ini dibuat, sudah terjual 108 buah masker yang tersebar ke beberapa daerah di Jawa. Kedepan produk ini akan dipasarkan ke luar Jawa, bahkan diproyeksi juga ke luar negeri.

Menggiurkannya Bisnis Toko Herbal – Product suplemen kesehatan berbahan baku alam atau umum dimaksud herbal telah beredar luas di pasaran. Sebut saja madu alam, beragam vitamin dari buah-buahan hingga obat-obatan herbal. Keinginan orang-orang pada beberapa produk ini selalu tinggi, walau saat ini telah beredar banyak obat kimia di apotik moderen. Itu penyebab sampai saat ini masih tetap bermunculan beberapa toko herbal di beberapa daerah. Satu diantaranya yaitu Istana Herbal. Bisnis toko herbal yang di bangun Krida Prasetia dari Surakarta, Solo ini telah berdiri dari tahun 2007 silam. Sampai sekarang ini, Krida telah mempunyai bisnis toko herbal sebanyak 7 toko. Rinciannya, satu toko punya sendiri di pusat Solo serta lima toko punya mitra yang menyebar di Yogyakarta, Jakarta, Malang, Bandung, serta Batam. Di samping itu, Krida juga mempunyai 5.000 agen serta 100 distributor yang menyebar di semua Indonesia. Untuk mitra usaha Istana Herbal, ada dua paket investasi yang di tawarkan yaitu sebesar Rp 200 juta serta Rp 300 juta.

Mitra bakal memperoleh product awal, program serta promosi sesuai paket investasi yang diambil. Kontrak kerja sama berlaku 3 tahun untuk paket pertama serta 5 tahununtuk paket Rp 300 juta. Untuk paket Rp 200 juta, keuntungan mitra dibagi untuk pusat melalui sistim berbagi hasil. Rp 300 juta, mitra diambil biaya royalti 5% setiap bulan dari omzet. Beda dengan yang lain, untuk paket Rp 300 juta jenis usaha memfokuskan untuk jualan eceren serta paket Rp 200 juta untuk grosir. Pada awal usaha, mitra bakal memperoleh kurang lebih 1.500 product herbal dari 200 merk product herbal. Produk-produknya seperti madu dengan beragam jenis manfaat, habbatussauda, serta ada banyak lagi obat-obatan herbal untuk semua jenis tipe penyakit. Krida mengklaim, bisnis toko herbal punyanya sudah memperoleh izin dari (BPOM). Harga beberapa produk herbal itu di jual mulai Rp 5.000 sampai Rp 200.000 per unit. ” Yang paling banyak di cari itu madu, zaitun, serta habbatussauda, ” katanya. Hitungan dia, mitra dapat memperoleh omzet Rp 100 juta-Rp 400 juta per bulan. 12% sampai ‘20% per bulan. Dari sini, mitra dapat balik modal kurun waktu 8 bulan sampai 36 bulan, bergantung omzet yang didapat. Mitra mesti kudu beli seluruh product herbal dari pusat. Istana Herbal juga melayani pembelian melalui website on-line untuk menggenjot penjualan. Ketua Komite tetap Waralaba serta Lisensi Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia, Amir Karamoy menyampaikan, besaran investasi serta estimasi saat balik modal yang di tawarkan terbilang lumrah. Namun, juga harus di perhatikan benarkah obat-obatan yang di jual itu telah ditetapkan aman untuk dikonsumsi. Kabar gembira bagi Anda! Anda dapat langsung memasarkan produk-produk yang ada di herbal-id com melalui berbagai media. Dengan sistem ini maka Anda akan terhindarkan dari resiko kerugian akibat stok yang menumpuk. Dari tenaga Anda juga lebih santai, karena tidak perlu mengemas dan mengirim barangnya sendiri.

Respond For " Mahasiswa Unair Ciptakan Masker Flu Dan Batuk Barbahan Herbal "